Hukum trading Forex

Hukum trading forex menurut agama islam halal atau haram?

By

Hukum Trading – Saat ini kegiatan trading terdapat pro kontra dari berbagai pihak, ada yang menganggap trading haram ada pula yang menyebutkan bahwa trading halal. Lantas pernyataan manakah yang benar?

Sobat Juguran.com Banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa kegiatan trading haram hukumnya. Mereka menganggap trading forex layaknya orang berjudi, alasannya simpel. Trader (orang yang melakukan trading) hanya cukup memasang modal dalam bentuk mata uang kemudian menentukan naik turunnya harga.

Terlihat mudah bukan, cukup duduk, memantau dan tanpa bekerja keras anda bisa menjadi seorang yang memiliki penghasilan tinggi.

Tetapi kenyataannya tidak seperti ekspektasi orang awam, kegiatan trading forex merupakan murni berdagang dan anda juga memerlukan kemampuan khusus. Mudahnya, ini adalah kegiatan bisnis tukar mata uang dan anda memperoleh keuntungan dari selisih pertukaran.

Pepatah dalam bahasa yang biasa saya gunakan menyampaikan “Urip kuwi sebenere mung sawang sinawang” yang memiliki inti makna bahwa ketika kita melihat orang lain terlihat bahagia, tetapi orang yang dipandang bahagia belum tentu merasakannya. Justru memiliki pandangan terbalik, mereka memandang kita lebih bahagia darinya.

Hukung trading, inilah hal yang perlu anda cermati

Mungkin, kita memandang para trader hanya terlihat duduk manis dan memantau kemudian memperoleh profit. Nyatanya, pikiran merekalah yang bekerja keras. Mereka harus benar-benar memahami cara menganalisis pasar agar mendapat keuntungan.

A. Perbedaan hukum trading forex dengan judi

Hukum trading
Source : pixabay

JUDI : Modal menebak, jika tebakan benar baru profit

TRADING : Agar bisa mendapat keuntungan, trader wajib memahami analisa teknikal dan fundamental.

JUDI : Tidak ada barang yang di dagangkan

TRADING : Meskipun barangnya tidak berbentuk fisik, akan tetapi ADA produk yang di transaksikan (dalam hal ini mata uang & komoditi)

JUDI : Susah di prediksi

TRADING : Mudah di prediksi dan bisa menggunakan indikator untuk membantu melihat pergerakan harga

JUDI : Apabila sudah kalah sulit menang

TRADING : Trader dapat mengatur resiko kerugian dengan adanya risk management

B. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang kehalalan trading forex

Sudah terbukti secara resmi bahkan diakui secara Agama Islam apabila investasi tersebut 100% halal. Dibuktikan dengan keluarnya fatwa MUI atau Majelis Ulama Indonesia, tepatnya dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 mengenai jual beli mata uang atau disebut dengan Al-Sharf.

MUI menetapkan jika transaksi valuta asing atau Forex diperbolehkan karena asal usul pendapatannya sangat jelas. Uang berjumlah fantastis yang didapatkan para trader bukanlah hasil taruhan skala internasional melainkan diatur secara global. Selain itu para pemain atau penjual dan pembeli mengetahui alur transaksi, jumlah dana, serta informasi lainnya. Walaupun saat transaksi tidak ada wujud barang karena dilakukan online tetapi ada kepastian tentang nominal, waktu, dll.

Baca Juga : Fenomena langka adanya embun es di dieng ini wajib untuk jadi destinasi liburan anda

Dengan begitu jual beli uang asing meskipun dilakukan secara tidak langsung namun tetap dianggap sah. Trader tidak dirugikan sama sekali, tidak ada kecurangan karena semuanya bersifat transparan atau dapat dipantau langsung. Kecuali jika uang hasil berdagang valas tidak diberikan kepala si pemilik sehingga dapat dikatakan tidak sah atau curang. Lagipula semua perkiraan atau pergerakan harga tiap jenis mata uang asing dapat diketahui oleh tiap pemain.

Cari lowongan pekerjaan? Cek di Cari Loker Banjarnegara

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like